Pengertian Gaya Hidup, Jenis, Indikator, Pengukuran dan Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Lengkap

Posted on

Pengertian Gaya Hidup, Macam Jenis, Contoh , Indikator, Pengukuran dan Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Lengkap – Gaya hidup (Life Style) adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang dapat berubah bergantung zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Gaya hidup bisa dilihat dari cara berpakaian, kebiasaan, dan lain sebagainya. Selain itu, gaya hidup bisa dinilai relatif tergantung penilaian orang lain.

Gaya hidup adalah gambaran tingkah laku, pola dan cara hidup yang ditunjukkan bagaimana aktivitas seseorang, minat dan ketertarikan serta apa yang mereka pikirkan mengenai diri mereka sendiri sehingga membedakan statusnya dari orang lain dan lingkungan melalui lambang sosial yang mereka miliki.

Selain itu, dapat diartikan bahwa gaya hidup adalah seni yang dibudidayakan setiap orang. Gaya hidup ini berkaitan dengan perkembangan zaman dan juga teknologi. Gaya hidup merupakan upya seseorang untuk membuat dirinya eksis dengan cara tertentu dan berbeda dari kelompok lain.

Contoh gaya hidup baik, diantaranya yaitu makan dan istirahat secara teratur, makan makanan 4 sehat 5 sempurna, dan lain sebagainya. Sedangkan contoh gaya hidup tidak baik: berbicara tidak sepatutnya, makan sembarangan, dan lain sebagainya.

Pengertian Gaya Hidup Menurut Para Ahli

Sumarwan (2011:57)

Menurut Sumarwan, Gaya hidup sering digambarkan dengan kegiatan, minat dan opini dari seseorang. Gaya hidup seseorang biasanya tidak permanen dan cepat berubah. Seseorang mungkin dengan cepat mengganti model dan merek pakaiannya karena menyesuakan dengan perubahan hidupnya.

Weber

Menurut Weber dalam Damsar (2002:120), Gaya hidup adalah selera pengikat kelompok dalam (in group) aktor kolektif atau kelompok status, berkompetisi ditandai dengan kemampuan untuk memonopoli sumber budaya.

Plummer (1983:131)

Menurut Plummer, Gaya hidup adalah cara hidup individu yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya.

Kotler dan Keller (2012:192)

Menurut Kotler dan Keller, Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Gaya hidup adalah pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia dalam masyarakat.

Jenis-Jenis Gaya Hidup

Menurut Mowen dan Minor, ada sembilan macam gaya hidup diantaranya yaitu:

Funcionalists
Jenis gaya hidup ini menghabiskan uang untuk hal-hal yang penting. Pendidikan rata-rata, pendapatan rata-rata, kebanyakan pekerja kasar (buruh), berusia kurang dari 55 tahun dan telah menikah serta memiliki anak.

Nurturers
Jenis gaya hidup ini banyak dilakukan oleh kaum muda dan berpendapatan rendah. Mereka berfokus pada membesarkan anak, baru membangun rumah tangga dan nilai-nilai keluarga, serta pendidikan diatas rata-rata.

Aspirers
Jenis gaya hidup ini berfokus pada menikmati gaya hidup tinggi dengan membelanjakan sejumlah uang di atas rata-rata untuk barang berstatus, khususnya tempat tinggal, memiliki karakteristik Yuppie klasik, pendidikan tinggi, pekerja kantor, menikah tanpa anak.

Experientials
Jenis gaya hidup ini membelanjakan jumlah di atas rata-rata terhadap barangbarang hiburan, hobi, dan kesenangan (convenience). Pendidikan rata-rata, tetapi pendapatannya diatas rata-rata karena mereka adalah pekerja kantor.

Succeeders
Orang dengan gaya hidup ini memiliki rumah tangga yang mapan. Berusia setengah baya dan berpendidikan tinggi, pendapatan tertinggi dari kesembilan kelompok, menghabiskan banyak waktu pada pendidikan dan kemajuan diri dan menghabiskan uang di atas rata-rata untuk hal yang berhubungan dengan pekerjaan.

Moral majority
Jenis gaya hidup ini memiliki pengeluaran yang besar untuk organisasi pendidikan, masalah politik dan gereja, berada pada tahap empty-nest, pendapatan tertinggi kedua serta pencari nafkah tunggal.

The Golden Years
Orang dengan gaya hidup ini kebanyakan adalah para pensiunan, namun memiliki pendapatan tertinggi ketiga. Melakukan pembelian tempat tinggal kedua, melakukan pengeluaran yang besar pada produk padat modal dan hiburan.

Sustainers
Gaya hidup ini banyak dilakukan oleh orang dewasa dan tertua, sudah pensiun, tingkat pendapatan terbesar dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari dan alkohol, pendidikan rendah dan memiliki pendapatan tertendah kedua.

Subsisters
Orang dengan gaya hidup ini memiliki tingkat sosial ekonomi rendah, persentase kehidupan pada kesejahteraan di atas rata-rata, kebanyakan merupakan keluarga dengan pencari nafkah dan orang tua tunggal jumlahnya di atas rata-rata kelompok minoritas.

Indikator dan Pengukuran Gaya Hidup

Menurut Sunarto, ada 3 (tiga) indikator gaya hidup seseorang diantaranya yaitu:

Kegiatan (Activity), yaitu apa yang dikerjakan konsumen, apa yang dibeli atau digunakan, dan kegiatan apa yang dilakukan untuk mengisi waktu luang. Meskipun biasanya kegiatan ini bisa diamati, alasan untuk tindakan tersebut jarang bisa diukur secara langsung.

Minat (Interest), yaitu objek peristiwa atau topik dalam tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusu maupun terus menerus padanya. Interest bisa berupa kesukaan, kegemaran dan prioritas dalam hidup konsumen tersebut. Minat adalah apa yang konsumen anggap menarik untuk meluangkan waktu dan mengeluarkan uang. Minat merupakan faktor pribadi konsumen dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Opini (Opinion), yakni pandangan dan perasaan konsumen dalam menanggapi isu global, lokal oral ekonomi dan sosial. Opini digunakan untuk mendeskripsikan penafsiran, harapan dan evaluasi, seperti kepercayaan mengenai maksud orang lain, antisipasi sehubungan dengan peristiwa masa datang dan penimbangan konsekuensi yang memberi ganjaran atau menghukum dari jalannya tindakan alternatif.

Pengukuran gaya hidup bisa dilakukan dengan Psikografik (psychographic). Menurut Sumarwan (2011:58), psikografik adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup yang dapat memberikan pengukuran kuantitatif dan dapat digunakan untuk menganalisis data yang sangat besar.

Biasanya analisis psikografik digunakan untuk melihat segmen pasar dan segmen konsumen dalam hal kehidupan, pekerjaan dan aktivitas mereka lainnya. Psikografik sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity, interest, opinion) atau pernyataan untuk menggambarkan aktifitas, minat dan opini konsumen.

Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup

Menurut Amstrong, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya yaitu:

  • Sikap;
  • Pengalaman dan pengamatan;
  • Kepribadian;
  • Konsep diri;
  • Motif;
  • Persepsi;
  • Kelompok referensi;
  • Kelas sosial;
  • Keluarga;
  • dan Kebudayaan.

Demikian artikel tentang “Pengertian Gaya Hidup, Jenis, Indikator, Pengukuran dan Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Lengkap”, semoga bermanfaat.