Konjungsi

Pengertian Konjungsi : Bentuk, Macam Jenis dan Contohnya Dalam Bahasa Indonesia

Posted on

Pengertian Konjungsi : Bentuk, Macam Jenis dan Contohnya Dalam Bahasa Indonesia – Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, kita sering mendengar istilah konjungsi. Apa itu konjungsi? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian konjungsi dan contohnya secara lengkap.

Pengertian Konjungsi

Pengertian konjungsi (kata hubung) adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan lain sebagainya dan tidak untuk tujuan atau maksud lain. Nama lain konjungsi yaitu kata sambung atau kata penghubung.

Baca Juga : Jenis Kata Bahasa Indonesia

Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, konjungsi tidak menerangkan kata, konjungsi hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dan sebagainya. Karena itu kata yang sama dapat merupakan preposisi dalam bagian yang satu, adverb dalam bagian yang lain atau konjungsi dalam bagian yang lain pula. Konjungsi terbagi 2, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Perbedaannya terletak pada bentuk kalimat; konjungsi koordinatif menyambungkan kalimat setara, yang bisa berdiri sendiri jika kata sambung dihilangkan, sedangkan subordinatif menyambungkan kalimat tidak setara, yang tidak bisa berdiri sendiri.

Fungsi konjungsi adalah menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat dan paragraf dengan paragraf (transisi).

Pengertian Konjungsi Menurut Para Ahli

Kridalaksana (1994:102)

Menurut Kridalaksana, Konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi. Konjungsi menghubungkan bagian-bagian ujaran yang setataran maupun yang tidak setataran.

Chaer (2000:140)

Menurut Chaer, Konjungsi atau kata penghubung adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat.

Sumarlan (2003:32)

Menurut Sumarlan, Konjungsi adalah salah satau jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur yang satu dengan yang lain dalam wacana.

Baca Juga : Kata Sifat

Bentuk Konjungsi

Dalam bahasa Indonesia, ada dua bentuk konjungsi yaitu konjungsi intra kalimat dan konjungsi antar kalimat. Kata penghubung intrakalimat (antar klausa) adalah kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Ada dua jenis konjungsi intrakalimat (antar klausa) yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Sedangkan konjungsi antar kalimat adalah kata yang menghubungkan kata yang satu dengan lainnya.

Konjungsi Intra Kalimat

Konjungsi intra kalimat atau antar klausa adalah kata yang menghubungkan antara klausa induk dengan klausa anak. Umunya konjungsi ini terletak di tengah kalimat. Dalam konjungsi intra kalimat , ada 2 jenis kata penghubung yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.

Konjungsi Koordinatif

Konjugsi Koordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sederajat. Contoh konjungsi koordinatif, diantaranya: dan, tetapi, atau, sedangkan, melainkan, padahal, lalu, kemudian, dan/atau.

Contoh kalimat dengan konjungsi koordinatif :

  • Kamu pilih dia atau aku?
  • Ibu membeli apel, jeruk dan mangga.
  • Dia cantik sedangkan aku begini.
  • Dia baru datang kemudian langsung pergi.
  • Dila ganti baju lalu langsung makan.
  • Bajunya bagus tetapi terlalu besar untukku.
  • Kenapa kau pulang padahal aku ingin lebih banyak cerita.
  • Para dekan dan/atau pembantu dekan pertama diminta hadir dalam rapat.

Konjungsi Subordinatif

Konjungsi Subordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status yang tidak sama derajatnya. Contoh konjungsi subordinatif, diantaranya ketika, sejak, biar, seperti, setelah, jika, andai, kalau, supaya, bagai, ibarat, sehingga, karena.

Baca Juga : Kata Sapaan

Terdapat beberapa jenis konjungsi subordinatif, berikut jenis konjungsi subordinatif dan contohnya.

Hubungan waktu
Contohnya : Sesudah, sementara, sebelum, ketika, sehabis, setelah, sehingga, sejak, selesai, tatkala, sambil, seraya, selagi, selama, sampai

Hubungan syarat
Contohnya : Jika, jikalau, kalau, asal, bila, asalkan manakala

Hubungan pengandaian
Contohnya : Andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya

Hubungan tujuan
Contohnya : Agar, supaya, biar,

Hubungan konsesif
Contoh : Biarpun, meskipun, walaupun, sekalipun, walau, sunguhpun, kendatipun

Hubungan pemiripan
Contohnya : Seakan-akan, sebagaimana, seolah-olah, seperti, sebagai, bagaikan, laksana

Hubungan penyebab
Contoh : Sebab, oleh karena, karena

Hubungan pengakibatan
Contohnya : Sehingga, sampai, sampai -sampai, maka, makanya, karenanya,

Hubungan penjelasan
Contohnya : Bahwa

Hubungan cara
Contohnya : Dengan, melalui

Contoh kalimat dengan konjungsi subordinatif:

  • Nenek sudah meninggal ketika dokter datang.
  • Nina akan membayar utang jika dia punya uang.
  • Aku pasti akan memaafkannya seandainya dia mau mengakui kesalahannya.
  • Andra harus belajar giat agar naik kelas.
  • Dia takut kepada saya seolah-olah saya ini hantu.
  • Hari ini Ina tidak masuk sekolah karena sakit.

Baca Juga : Kata Keterangan

Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antar kalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya. Konjungsi ini digunakan untuk menyatakan makna yang berbeda. Contoh konjungsi antar kalimat diantaranya oleh karena itu, namun, sebelum itu, akan tetapi, dengan demikian, kecuali itu, selain itu, sesudah itu, sebaliknya.

Umumnya konjungsi antar kalimat diletakkan di awal kalimat, atau setelah tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Berikut adalah contoh konjungsi antarkalimat, beserta maknanya :

Contoh Konjungsi Antar KalimatMakna
Biarpun demikian, biarpun begitu, sekalipun demikian, sekalipun begitu, walaupun demikian, walaupun begitu, meskipun demikian, meskipun begituUntuk menyatakan kesediaan melakukan sesuatu yang berbeda atau bertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya.
Kemudian, setelah itu, sesudah itu, selanjutnyaUntuk Menyatakan kelanjutan dari suatu peristiwa atau keadaan yang diterangkan pada kalimat sebelumnya.
Tambahan pula, selain itu, lagi pulaUntuk menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya.
SebaliknyaMengacu pada kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya.
Sesungguhnya, bahwasanyaMenyatakan keadaan yang sebenarnya.
Malah, malahan, bahkanMenguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya
Akan tetapi, tetapi, namun, kecuali ituMenyatakan keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya
Dengan demikianMenyatakan keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya
Oleh karena itu, oleh sebab ituMenyatakan akibat
Sebelum ituMenyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya

Fungsi Konjungsi (Kata Hubung)

Fungsi konjungsi diantaranya yaitu
Untuk menghubungkan kata dengan kata.
Untuk menghubungkan frasa dengan frasa.
Untuk menghubungkan klausa dengan klausa.
Untuk menghubungkan kalimat dengan kalimat.
Untuk menghubungkan paragraf dengan paragraf (transisi).

Konjungsi dan

Kata penghubung “dan” untuk menyatakan gabungan, biasa digunakan:

Di antara dua kata kerja. Contohnya:

  • Siswa makan dan minum di kantin
  • Ibu menyapu dan mengepel lantai

Di antara dua kata benda . Contohnya:

  • Kakak dan adik menonton tv.
  • Nina belajar matematika dan bahasa Indonesia.

Di antara dua kata sifat yang tidak bertentangan. Contohnya:

  • Ulfa cantik dan pintar.
  • Pohon itu besar dan tinggi.

Baca Juga : Kata Ganti

Konjungsi dengan

Kata penghubung “dengan” digunakan untuk menyatakan gabungan, dapat digunakan diantara dua kata benda. Contohnya:

  • Ayah dengan Ibu pergi ke pasar.
  • Ani dengan Rendi pergi ke kantor.

Konjungsi serta

Kata penghubung “serta” berfungsi untk menyataka gabungan biasa dipakai diantara dua kata benda. Contohnya

  • Kakek serta nenek akan berkunjung minggu depan.
  • Uangmu serta uangku sebaiknya disatukan saja untuk modal usaha.

Konjungsi atau

Kata penghubung “atau” berfungsi untuk pernyataan memilih, bisa dipakai di antara:

Dua buah kata benda atau frase benda. Contonya:

  • Kamu pilih dia atau aku?
  • Hitam atau merah sepeda yang kamu minta?

Dua buah kata kerja. Contohnya:

  • Dalam peperangan seperti itu tidak ada pikiran lain, membunuh atau dibunuh.

Dua buah kata sifat yang berlawanan maknanya. Contohnya:

  • Kaya atau miskin sama saja dihadapan tuhan.
  • Mahal atau murah cabe akan tetap kubeli.

Konjungsi tetapi

Kata penghubung “tetapi” berfungsi sebagai pernyataan “menggabungkan pertentangan” dipakai diantara:

Dua buah kata sifat yang berkontras di dalam sebuah kalimat. Contohnya:

  • Anak itu pintar tetapi malas
  • Dia memang bodoh tetapi rajin

Dua buah klausa yang subjeknya mengarah pada sebuah identitas yang sama sedangkan predikatnya merupakan dua buah kata sifat yang berkontras. Contohnya:

  • Rumah itu besar, tetapi halamannya sempit
  • Dia memang seram, tetapi hatinya baik

Konjungsi namun

Kata penghubung ini berfungsi untuk menggabungkan pertentangan, biasa dipakai diantara dua buah kalimat. Kalimat yang pertama atau sebelumnya berisi penyatuan serta kalimat kedua berisi pernyataan yang kontras dengan kalimat pertama. Contohnya:

  • Sejak kecil dia kami rawat dan besarkan dengan penuh kasih sayang. Namun, setelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada kami.
  • Sehabis lebaran banyak kantor masih sepi. Pegawai hanya duduk, mengobrol, atau baca koran. Namun, mereka tetap berada di tempat hingga jam kantor selesai.

Baca Juga : Kata Kerja

Konjungsi sedangkan

Kata penghubung ini berfungsi untuk memertentangkan atau mengkontraskan, biasa dipakai diantara dua buah klausa. Contohnya:

  • Anaknya menjadi dokter di puskesmas, sedangkan menantunya menjadi bidan.
  • Kami bekerja memperbaiki jalan , sedangkan mereka bertiga duduk saja berpangku tangan.

Konjungsi sebaliknya

Kata penghubung ini bersebrangan dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan mempertentangkan dengan tegas”, biasanya bisa dipakai di antara dua buah klausa atau diantara dua buah kalimat. Contohnya:

  • Di hadapan orang dia memang ramah. Sebaliknya, dihadapan kita dia sombongnya bukan main.
  • Muara sungai itu lebar dan dangkal. Sebaliknya, di bagian hulu sungai itu sempit dan dalam.

Konjungsi bahkan

Kata penghubung ini berfungsi “menghubungkan menguatkan” bisa dipakai diantara dua buah kalimat. Contohnya:

  • Anak itu memang sangat nakal. Bahkan ibunya sendiri pernah ditipunya.
  • Dia pandai sekali menyimpan rahasia. Bahkan kita sendiri tidak tahu.

Konjungsi lagipula

Contohnya: Kita makan di restoran ini saja, masakannya enak, harganya murah, lagipula tidak jauh dari kantor kita.

Konjungsi apalagi

Kata penghubung ini berfungsi untuk menyatakan “menggabungkan menguatkan” dipakai pada awal keterangan tambahan atau kalimat tambahan. Contohnya:

  • Kamu yang lulusan SMA saja tidak tahu, apalagi aku yang cuma tamatan SD
  • Jalan-jalan di ibu kota seringkali macet. Apalagi pada jam-jam sibuk.

Konjungsi itupun

Kata ini berfungsi untuk “menggabungkan menguatkan” bisa dipakai diantara dua buah kalimat yang amanatnya sejalan. Kalimat pertama umumnya diawali dengan kata dengan penghubung hanya.

Contohnya: Hanya enam orang yang hadir dalam rapat itu. Itupun tiga orang diantara mereka sudah akan meninggalkan rapat sebelum selesai.

Konjungsi jangankan

Kata penghubung ini berfungsi untuk “menguatkan mempertentangkan” dipakai pada bagian dengan klausa pertama pada kalimat majemuk setara sedangkan pada klausa disertakan partikel pun. Contohnya:

Jangankan berjalan, berdiri pun aku tak sanggup.
Jangankan seribu, serupiah pun aku tak punya.

Konjungsi melainkan

Kata penghubung ini berfungsi untuk menyatakan ”koreksi atau pembetulan” dipakai diantara dua buah klausa. Kluasa pertama umumnya disertai dengan kata ingkar bukan, dan diletakan pada muka usur kalimat yang akan dikoreksi.

Contohnya: Kami tidak mengejek, melainkan mengatakan apa adanya

Baca Juga : Kalimat Baku dan Kalimat Tidak Baku

Konjungsi hanya

Kata penghubung ini hanya digunakan untuk menyatakan “menggabungkan-mengecualikan” digunakan diantara dua buah klausa. Contohnya:

  • Semua orang sepakat pergi, hanya dia yang tidak.
  • Kami semua sudah percaya diri, hanya dia yang masih ragu-ragu.

Macam Macam Konjungsi

Konjungsi Aditif

Konjungsi aditif (konjungsi gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi untuk menggabungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat yang memiliki kedudukan yang sederajat. Contoh konjungsi aditif diantaranya : dan, lagi pula, lagi, dan serta.

Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan adalah bentuk konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat, akan tetapi dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Umumnya, bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada bagian pertama. Contoh konjungsi pertentangan antara lain : tetapi, melainkan, sedangkan, akan tetapi, padahal, sebaliknya, dan namun.

Konjungsi Disjungtif

Konjungsi Disjungtif atau Konjungsi Pilihan adalah bentuk konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat yang berfungsi untuk memilih salah satu dari dua hal atau lebih. Contoh konjungsi disjungtif , diantaranya : atau, atau….atau, maupun, baik…baik…, dan entah…entah…

Konjungsi Waktu

Konjungsi waktu berfungsi menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Konjungsi ini bersifat temporal yaitu konjungsi ini dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan yang tidak sederajat atau pun sederajat.

Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan kalimat tidak sederajat, seperti: apabila, bilamana, hingga, sejak, selama, sementara, ketika, bila, sambil, sebelum, sampai, demi, sedari, seraya, waktu, setelah, semenjak, sesudah, dan tatkala.

Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat, seperti : sebelumnya dan sesudahnya

Konjungsi Final

Konjungsi tujuan atau konjungsi final yaitu konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu peristiwa, atau tindakan. Contoh konjungsi final, seperti: guna, untuk,supaya, dan agar.

Baca Juga : Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Konjungsi Sebab

Konjungsi sebab atau kausal menjelaskan peristiwa yang terjadi karena suatu sebab tertentu. Jika anak kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, maka induk kalimat merupakan akibatnya. Contoh konjungsi sebab diantaranya: sebab, karena, sebab itu, dan karena itu.

Konjungsi Akibat

Konjungsi akibat (konsekutif) menjelaskan peristiwa yang terjadi akibat suatu hal yang lain. Anak kalimat ditandai dengan konjungsi yang menyatakan akibat, sedangkan peristiwa dinyatakan dalam induk kalimat. Contoh konjungsi akibat diantaranya: sehingga, sampai, dan akibatnya.

Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat atau kondisional menjelaskan suatu hal bisa terjadi saat syarat -syarat yang disebutkan dipenuhi. Contoh konjungsi syarat diantaranya: jika, jikalau, apabila, kalau, asalkan, dan bilamana.

Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi ini menjelaskan suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat yang harus dipenuhi. Contoh konjungsi tak bersyarat, diantaranya: walaupun, meskipun, dan biarpun.

Konjungsi Perbandingan

Konjungsi ini berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal tersebut. Contoh konjungsi perbandingan diantaranya: sebagai, seperti, bagaikan, sebagaimana, seakan-akan, bagai, ibarat, umpama, dan daripada.

Konjungsi Korelatif

Konjungsi ini berfungsi menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan atau dikatakan kalimat yang satu melengkapi kalimat lain. Konjungsi ini juga dapat digunakan pada kalimat yang memiliki hubungan timbal-balik. Contoh konjungsi korelatif diantaranya: semakin …..semakin, sedemikian rupa…, kian….. kian, bertambah……bertambah, sehingga…, tidak hanya….tetapi juga…, baik…, dan maupun.

Konjungsi Penegas

Konjungsi penegas atau intensifikasi berfungsi menegaskan atau meringkas bagian kalimat yang telah disebutkan sebelumnya, termasuk hal yang menyatakan rincian. Contoh konjungsi penegas diantaranya: bahkan, apalagi, yaitu, yakni, misalnya, umpama, ringkasnya, dan akhirnya.

Konjungsi Penjelas

Konjungsi penjelas atau penetap berfungsi menghubungkan bagian kalimat sebelumnya dengan perinciannya. Contoh konjungsi penjelas diantaranya : bahwa.

Baca Juga : Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Konjungsi Pembenaran

Konjungsi pembenaran (konsesif) adalah konjungsi subordinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal, sekaligus menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. Pembenaran ini dinyatakan dalam klausa utama, sementara penolakannya dinyatakan dalam anak kalimat. Contoh konjungsi pembenaran diantaranya: walaupun, meskipun, biar, sungguhpun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.

Konjungsi Penerang

Konjungsi penerang adalah konjungsi atau kata hubung yang berfungsi untuk menjelaskan atau menerangkan suatu kejadian di dalam kalimat. Ada beberapa jenis konjungsi penerang diantaranya:

Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang memiliki kedudukan setara. Atau dapat dikatakan, kedua unsur kalimat tersebut bisa berdiri sendiri meskipun sudah dipisahkan. Contoh kata penghubung (konjungsi) korelatif, diantaranya yaitu:

  • Demikian . . . . sehingga . . .
  • Bukannya . . . melainkan . . .
  • Apakah . . . .atau . . .
  • Sedemikian rupa . . . sehingga . . .
  • Baik . . . maupun . . .
  • Tidak hanya . . . tetapi juga . . .
  • Bukan hanya . . . melainkan juga . . .
  • Entah . . , entah. . .
  • Jangankan . . . , pun . . .

Contoh kalimat konjungis koleratif, diantaranya yaitu:

  • Jangankan senang-senang, untuk membeli beras pun aku masih kesusahan.
  • Entah siapa yang memulai, entah siapa juga yang mengakhirinya.
  • Nina menghias ruangan itu sedemikian rupa sehingga terlihat indah.

Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat yang memiliki secara makna sederajat atau setara. Dengan kata lain, konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara.

Contoh konjungsi koordonatif:

  • Ibu memasak sayur dan nasi di dapur.
  • Rena menyapu dan mengepel lantai teras depan rumah.
  • Riko menyelesaikan tugas Fisika dan Matematika dalam 2 jam.
  • Iqbal dan Aldi masuk dalam daftar juara umum di sekolah mereka.
  • Dila dan Salwa berangkat sekolah bersama.

Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua buah frasa, klausa, atau kalimat yang berkedudukan tidak setara atau tidak sederajat. Dengan kata lain, konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menyatukan dua unsur gramatikal sedemikian rupa baik itu kata, frasa, klausa, atau kalimat hingga keduanya menjadi suatu kesatuan yang mengikat.

Contoh kalimat yang terdapat konjungsi subordinatif didalamnya:

  • Kegiatan ini dilakukan agar lingkungan lebih bersih dan sehat.
  • Aku akan datang tidak jika hujan hari ini.
  • Aku tahu maksudnya sejak pertama kali dia sok baik pada kita.
  • Dia yang harus bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi.
  • Sekiranya aku tidak salah mengambil keputusan, mungkin tidak seperti ini.

Konjungsi Urutan

Konjungsi urutan berfungsi menyatakan urutan sesuatu hal. Contoh konjungsi urutan,diantaranya: mula-mula, lalu, dan kemudian.

Baca Juga : Kalimat Ambigu

Konjungsi Pembatasan

Konjungsi pembatasan berfungsi menyatakan pembatasan pada suatu hal. Contoh konjungsi pembatasan , diantaranya : kecuali, selain, dan asal.

Konjungsi Penanda

Konjungsi penanda berfungsi menyatakan penandaan pada suatu hal. Contoh konjungsi penanda diantaranya: misalnya, umpama, contohnya. Ada juga konjungsi penanda pengutamaan, diantaranya : pokok, paling utama, dan terutama.

Konjungsi Situasi

Konjungsi ini menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. Contoh konjungsi situasi diantaranya : sedang, padahal, sedangkan, dan sambil.

Demikian pembahasan tentang pengertian konjungsi, jenis dan contohnya secara lengkap semoga bermanfaat.