Akuntansi Syariah

Pengertian Akuntansi Syariah, Konsep Dasar, Prinsip, Dasar Hukum Akuntansi Syariah Lengkap

Posted on

Pengertian Akuntansi Syariah, Konsep Dasar, Prinsip, Dasar Hukum Akuntansi Syariah LengkapAkuntansi adalah proses identifikasi transaksi, pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, sehingga dihasilkan informasi keuangan dalam bentuk laporan keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Syariah adalah aturan yang telah ditetapkan Allah SWT untuk dipatuhi oleh manusia dalam menjalani segala aktivitas di dunia.

Jadi, Definisi Akuntansi Syariah adalah akuntansi yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Selain pengertian tersebut, ada pula pengertian akuntansi syariah menurut para ahli. Selain pengertian akuntansi syariah menurut para ahli, kita akan membahas tentang konsep dasar akuntansi syariah, prinsip dasar akuntansi syariah dan contohnya serta dasar hukum akuntansi syariah.

Pengertian Akuntansi Syariah Menurut Para Ahli

Sofyan S Harahap

Menurut Sofyan S Harahap, Akuntansi Islam atau Akuntansi Syariah pada hakekatnya adalah penggunaan sistem akuntansi dalam menjalankan syariah Islam. Akuntansi syariah adalah penggunaan akuntansi yang secara nyata telah diterapkan sejak era Nabi Muhammad SAW, Khulafaurrasyidin dan pemerintah islam lainnya dengan menjalankan syariah islam.

Muhammad

Menurut Muhammad, Akuntansi syariah adalah akuntansi yang memiliki 3 komponen prinsip diantaranya prinsip pertanggungjawaban (Accountability), prinsip keadilan dan prinsip kebenaran yang berdasarkan pada hukum syariah dan bersifat universal.

Adnan M Akhyar

Menurut Adnan M Akhyar, Akuntansi Syariah (Islamic Accounting) adalah akuntansi yang memiliki tujuan untuk membantu mencapai keadilan sosial ekonomi (Al-Falah) baik bagi individu atau masyarakat dan sebagai upaya untuk mengenal sepenuhnya akan kewajiban kepada Tuhan. Semua unsur yang terlibat aktivitas ekonomi seperti akuntan, auditor, pemilik, manajer dan pemerintah sebagai bentuk sarana ibadah.

Karim

Menurut Karim, Akuntansi Syariah atau Akuntansi Islam adalah suatu bidang baru dalam studi akuntansi, pada prinsipnya akuntansi ini dikembangkan dengan landasan nilai-nilai, etika dan syariah islam.

Napier (2007)

Menurut Napier, Akuntansi Syariah adalah bidang akuntansi yang memfokuskan kepada dua hal yakni akuntabilitas dan pelaporan. Maksud akuntabilitas ini dapat tercermin melalui tauhid yang berarti bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini harus berjalan sesuai dengan aturan dari Alloh SWT dan manusia yang berperan sebagai khalifah Allah di bumi. Sedangkan maksud dari pelaporan adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada Allah dan manusia lainnya.

Toshibaku Hayashi

Menurut Toshibaku Hayashi, Akuntansi Syariah adalah akuntansi yang berkonsep kepada hukum Syariah yang berasal dari Sang Pencipta manusia dan akuntansi syariah menuntut agar perusahaan menerapkan etika dan tanggungjawab sosial, bahkan pertanggungjawaban manusia di akhirat atas segala perbuatan manusia baik di bidang ekonomi sikap sosial dan atas hukum syariah lainnya.

Dr. Omar Abdullah Zaid

Menurut Dr. Omar Abdullah Zaid, Akuntansi Syariah adalah suatu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatn transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syari’at dan jumlah-jumlahnya.

Konsep Dasar Akuntansi Syariah

Berikut ini adalah konsep dasar dalam akuntansi syariah, diantaranya:

Entitas Bisnis
Entitas atau kesatuan bisnis adalah perusahaan atau lembaga yang dianggap sebagai entitas ekonomi dan hukum yang terpisah dari pihak yang berkepentingan atau para pemilik secara pribadi.

Kesinambungan
Sesuatu aktivitas yang dianggap akan berjalan terus.

Stabilitas Daya Beli Unit Moneter
Uang atau alat tukar yang digunakan harus bersifat stabil atau tetap. Satu-satunya uang yang memungkinkan yaitu uang yang berbahan dasar emas sehingga nilainya relatif setara dengan benda.

Periode Akuntansi
Salah satu tujuan akuntansi syariah adalah perhitungan zakat. Zakat diwajibkan saat harta telah mencapai nishob dan haul. Nishob adalah jumlahnya sedangkan haul adalah periodenya yakni satu tahun. Periode akuntansi syariah mengikuti haul zakat yakni satu tahun. Perhitungan dilakukan setiap akhir tahun.

Prinsip Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah mempunyai prinsip yang membedakan dengan akuntansi konvensial, diantaranya Prinsip Pengungkapan Penuh, Prinsip Konsistensi, Prinsip Dasar Akrual, Prinsip Nilai Tukar yang Sedang Berlaku dan Prinsip Penandingan.

Prinsip Pengungkapan Penuh
Prinsip ini mengharuskan laporan keuangan akuntansi guna mengungkapkan hal-hal penting agar laporan jelas dan tidak menyesatkan, tidak ada manipulasi serta tidak ada yang ditutup-tutupi. Landasannya yaitu Surat Al-Baqarah ayat 282.

Prinsip Konsistensi
Prosedur yang digunakan harus sama dengan yang disepakati diawal dan dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Prinsip Dasar Akrual
Kas yang diakui pada saat terjadinya. Sebagai gambarannya seorang ibu yang ingin membeli barang tertentu namun lupa membawa uang lalu penjual membolehkan ibu tersebut untuk membawa barang tersebut terlebih dahulu. Sang ibu mengatakan akan langsung kembali namun lupa sehingga baru mengembalikan keesokan harinya. Jika seperti itu, uang ibu tetap masuk ke dalam hitungan kas pada hari dimana barang dibawa.

Prinsip Nilai Tukar yang Sedang Berlaku
Harta, hutang, modal, laba, dan elemen lainnya dari laporan keuangan menggunakan nilai tukar yang sedang berlaku. Sebagai gambarannya, sebuah laporan berisi sebuah transaksi 3 bulan yang lalu. Misalnya salah satu item yang dibeli adalah bensin yang pada waktu itu berharga 7000/liter. Saat dimasukkan ke dalam laporan sekarang harga bensin sudah 9000/liter. Maka yang dimasukkan ke dalam laporan tetap harga bensin saat dibeli 3 bulan lalu yakni 7000/liter.

Prinsip Penandingan
Dalam prinsip ini, beban yang harus diakui pada periode yang sama dengan pendapatan.

Dasar Hukum Akuntansi Syari’ah

Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah bersumber dari Al Quran, Sunah Nabawiyyah, Ijma atau kesepakatan para ulama, Qiyas atau persamaan suatu peristiwa tertentu, dan Uruf atau adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam.

Demikian artikel pembahasan tentang”Pengertian Akuntansi Syariah, Konsep Dasar, Prinsip, Dasar Hukum Akuntansi Syariah Lengkap“, semoga bermanfaat.